TUGAS TPKI 4
Nama : Santi Martiani
Semester : 3 B
Nim : 2009.1204
Komentar mengenai berita terorisme
Beberapa hari ini, masyarakat Indonesia dipertontonkan beberapa informasi tentang kekerasan teroris yang melekukan perampokan bank dan juga penyerangan mapolsek di Sumatera Utara.
Selain itu juga, bangsa Indonesia sedang direpotkan oleh kekerasan yang secara faktual terjadi di tengah masyarakat. Inilah fenomena yang menjadi tend di negeri ini. Tontonan kekerasan yang dulunya hanya menjadi fiktif dalam berbagai film laga dan hiburan, kini menjadi tragedi kemanusiaan yang sewaktu-waktu meledak ditengah masyarakat Indonesia. Sepertinya belum memberikan hikmah dari bangsa ini untuk banyak belajar dari peristiwa tersebut. Belumlah masyarakat kita memahami bahwa mengedepankan emosi dan nafsu hanya akan melahirkan korban yang tidak menguntungkan dalam bentuk apapun. Seperti yang telah saya baca di internet yang berkenaan dengan terorisme di Indonesia, kian hari kian marak yang membuat masyarakat Indonesia menjadi resah.
Pada hari sabtu tanggal 2 oktober 2010 di Sumatera Utara, personel brimob polda Sumut dan Densus 88 Antiteror menembak mati empat terduga teroris yang juga perampok Bank CIMB Niaga Cabang Aksara Medan. Keempatnya tewas dalam baku tembak di areal perkebunan sawit Pondok Lalang , Sumut.
Taufik Hidayat disebut-sebut sebagai komandan kelompok teroris beranggotakan 16 orang. Kelempok ini yang melakukan perampokan Bank CIMB Niaga, Medan. Keberadaan Taufik cs terungkap, setelah warga merasa aneh terhadap tingkah laku mereka. Kemudian waraga Dusun III Sarang Puah tersebut, mengamati gerak gerik yang mereka lakukan. Dan langsung warga setempat menghubungi polisi.
Warga pun tidak pernah menyangka bahwa Taufik Hidayat, pemuda yang sering shalat di musala mereka adalah pimpinan perampokan Bank CIMB Niaga. Dalam baku tembak polisi berhasil melumpuhkan delapan orang, lima diantaranya tewas termasuk Taufik Hidayat.
Dimata tetangganya, Taufik sehari-harinya mengurus tambak ikan bandeng di klawasan Seruai. Menurut waraga, Taufik adalah sosok orang yang baik, ia juga aktif mengikuti pengajian , sedangkan istrinya Rahayu memiliki usaha cicilan pakaian , perabot, sepeda motor. Istrinya sudah tidak tiodak terlihat di rumah itu bebarapa hari sebelum aksi perampokan Bank CIMB Niaga terjadi.
Jika dilihat dari latar belakang ekonomi dan pola hidup sehari-hari Taufik, memungkinkan bahwa Taufik seorang teroris yang terlibat dalm perampokan tersebut. Sebab istri Taufik banyak memiliki usaha, sedangkan jika dilihat dari kehidupannya pun mereka itu sangat sederhana, rumahnya juga tetap berdinding tepas.
Jaringan teroris di Indonesia tampaknya punya pola pergarakan baru. Di zaman Noordin M.Top, mereka menggunakna pola bom bunuh diri untuk sasarannya. Sedang kali ini menggunakan aksi peramppokan Bank untuk membiayai pergerakannya.
Munculnya terorisme ini , mereka beranggapan bahwa mereka ingin berjihad di jalan Allah dengan memuliakan agama islam yang telah dipengaruhi oleh orang-orang kafir atau orang yahudi mulai dari food, fun, fashion. Tetapi, cara yang mereka lakukan itu merupakan salah besar dengan cara bom bunuh diri ditempat-tempat ramai seperti hotel-hotel besar yang banyak dikunjungi oleh oleh orang asing, yang bermaksud ingin membunuh orang yahudi atau orang-orang asing itu.
Padahal, tidak hanya saja orang asing yang menjadi korban, melainkan banyak pila orang-orang muslim yang menjadi korban pengeboman tersebut.
Didalam agama islam pun dijelaskan bahwa membunuh orang muslim itu haram hukumnya. Anehnya, orang-orang yang merupakan teroris ini adalah orang muslim yang baik, taat beribadah dan memperdalam agama islam. Tetapi mereka salah dalam pemahaman dalam arti jihad tersebut. Terorisme ini muncul bisa diakibatkan dari provokasi orang yahudi yang ingin menghancurkan dan mengadu domba umat muslim yang ada di Indonesia. Persoalan terorisme ini bukanlah perkara yang mudah, karena masalah tersebut bukan hanya muncul dari satu aspek tetapi dipengaruhi oleh berbagai faktor mulai dari diri sendiri, lingkungan keluarga, perubahan lingkungan sosial , lingkungan politik dan lingkungan budaya. Tekanan ekonomi bangsa ini juga turut mempengaruhi adanya terorisme di negeri ini. Selain itu juga bisa dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal individu, sehingga mudah untuk dihasut dan dipengararuhi oleh orang lain. Peran setiap tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh politik, pendidikan, dan sebagainya dapat membantu masyarakat untuk memberikan pemahaman mengenai terorisme ini yang bersangkutan dengan jihad di jalan Allah SWT , supaya tidak salah dalam memahami arti jihad di jalan Allah yang sesungguhnya. Untuk menangani kasus ini, perlu dilakukan peningkatan kesejahteraan rakyat. Mungkin saja teroris muncul dipengaruhi oleh depresi sosial, banyaknya pengangguran, kemiskinan, dan perasaan tidak adil dalam diri individu, sehingga timbulnya nafsu dan egoisme yang dapat tersalurkan dalam tindakan kekerasan terorisme ini.
Harapan kita adalah kekerasan terorisme yang ada di negeri inidapat berakhir dan menjadi pelajaran tersendiri bahwa tindakan tersebut bisa menghancurkan umat muslim dan membawa kemunduran bagi bangsa ini.
Melihat maraknya aksi terorisme di Indonesia akhir-akhir ini, masyarakat berharap keamanan dapat ditingkatkan lagi penjagaannya. Sebagai masyarakat, saya berharap aksi terorisme ini harus diberantas hingga tuntas, sehingga keamanan di masyarakat tercipta.
Saya mendukung dengan adanya Badan Nasional Pemberantas Teror oleh pihak TNI dan Polri. Supaya dapat diciptakan lagi perdamaian keamanan diseluruh nusantara, sehingga tidak akan terjadi perpecahan umat muslim. Demi menyelamatkan generasi anak bangsa, kita sebagai pendidik harus bisa membentuk karakter seorang anak, sehingga menjadi anak yang berkualitas bagi bangsa ini.
Diambil dari berita Tribunnews.com/roy/riz
shanty
saya alumni dari SMPN 1 CIKEMBAR angatan tahun2006,dan alumni dari SMAN 1 CIBADAK angkatan tahun 2009,sekarang saya menjadi mahasiswi di Sekolah Tinggi Agama Islam Sukabumi.
Rabu, 06 Oktober 2010
Sabtu, 26 Desember 2009
Masih Ada Esok
Tak perlu kita sesali
Semua yang terjadi
Biarkanlah terjadi
dikisahmu....
Tataplah hari esok
Masih ada sesuatu
Yang mungkin belum terjadi
Tak perlu kita sesali
Semua yang berlalu
Biarkanlah berlalu
dimasamu....
Sudah buang semua jauh
Perih yang ada padamu
Melangkahlah dengan keyakinan
Karena ada waktu yang membimbing
Buang semua jauh
Resah yang ada pada mu
dan yakinkan....
Ada Esok Menantimu
Semua yang terjadi
Biarkanlah terjadi
dikisahmu....
Tataplah hari esok
Masih ada sesuatu
Yang mungkin belum terjadi
Tak perlu kita sesali
Semua yang berlalu
Biarkanlah berlalu
dimasamu....
Sudah buang semua jauh
Perih yang ada padamu
Melangkahlah dengan keyakinan
Karena ada waktu yang membimbing
Buang semua jauh
Resah yang ada pada mu
dan yakinkan....
Ada Esok Menantimu
Langganan:
Postingan (Atom)